Friday, July 24, 2009

MEMBANGUN PERSAHABATAN

wuh. firman dan renungan yang gw baca kali ini nemplang banget buat gw!^^

waktu baca..
hati gw nangis rasanya.



"Seorang sahabat menaruh kasih SETIAP WAKTU, dan menjadi seorang SAUDARA dalam kesukaran." (Amsal 17:17)


Untuk mendapatkan sahabat baru, rasanya tidak terlalu sulit. Kita bisa mendapatkannya di gereja, di tempat kerja, di sekolah, atau di lingkungan tempat tinggal kita. Kehadiran para sahabat akan membuat hidup menjadi lebih indah; ada tawa, canda, kepedulian, dan kasih. Kehadiran para sahabat merupakan sesuatu yang patut disyukuri; sulit membayangkan bagaimana jadinya hidup ini tanpa adanya mereka.

Tetapi, untuk membina atau memelihara sebuah persahabatan tidaklah semudah mendapatkan sahabat baru. Pertama kali kita mengenal seseorang, semuanya berjalan baik seolah tak ada hambatan. Tetapi lama-kelamaan setelah kita bergaul dengannya, apalagi jika hampir setiap hari kita bersama-sama, maka akan mulai timbul kesalahpahaman karena adanya perbedaan-perbedaan. Itu sebabnya ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa "sahabat yang jauh wangi namanya". Tetapi apakah ini berarti kita harus menarik diri dari pergaulan dengan sesama demi menghindari konflik? Tidak! Di dalam Amsal 27:17 tertulis, "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." Jika kita menyikapi secara positif setiap perbedaan yang ada, itu justru akan mendewasakan kita.
Berikut adalah prinsip-prinsip membangun sebuah persahabatan:

Jangan mengharapkan sahabat yang sempurna. Jika kita mengharapkan orang yang sempurna dan tidak pernah melakukan kesalahan, maka di mana pun berada kita tidak akan pernah mendapatkan sahabat. Setiap orang termasuk kita sendiri tidak luput dari kekurangan dan kelemahan, jadi belajarlah untuk menerima orang lain apa adanya.

Jangan terlalu minta diperhatikan, tetapi berilah perhatian. Jangan kecewa dan marah ketika tidak mendapatkan perhatian seperti yang kita harapkan. Itu sangat kekanak-kanakan. Sebaliknya belajarlah untuk memberikan perhatian tanpa mengharapkan balasan.

Percaya pada ketulusan seorang sahabat. Persahabatan dibangun atas dasar kepercayaan. Percayalah pada kasih, ketulusan dan niat baik seorang sahabat, jangan nodai hubungan persahabatan dengan kecurigaan yang tidak beralasan.

Jangan takut disakiti. Seseorang mengatakan bahwa orang yang takut disakiti tidak akan pernah mendapatkan sahabat. Banyak di antara kita yang hanya mau bergaul dengan segelintir orang yang menurutnya tidak mungkin menyakiti hatinya. Ini adalah bentuk keegoisan yang hanya memusatkan perhatian pada kenyamanan diri sendiri.


Mulai saat ini, bangunlah hubungan yang baik dengan orang-orang di sekeliling kita. Sebuah hubungan yang dilandasi oleh kasih, kepedulian dan kesediaan untuk saling menerima. Jika selama ini kita sering mengalami masalah di dalam membangun hubungan, koreksi diri dan berubahlah terlebih dahulu, terutama hubungan baik dengan Tuhan, karena itulah dasar untuk bisa berhubungan baik dengan sesama.










with all my heart I just wanna say,

I love you guys..
and I'm really sorry bcoz I haven't been a good friend.
a BEST friend for all of you.

give me more chances,
so I can start again to give my best.


and to all new comers,
all that I want to say is,

"welcome to your second family"




the time and distance may separates us long.

but the love of Jesus Christ,
will keep us together as one heart.


forever.

3 comments:

Kezia.Lulu said...

like this bu^^ ternyata ibu masih sering nulis blog y? hehee.. duh ak ingin bebas menulis blog nh.. =pp mengerti gak maksudkuu bu? =)

clara said...

yayaa, aku SANGAT mengerti.

hihihihi =P

Just For Shared said...

Like thiss,,,,
Pernah saya mengharapkan teman yang sempurna, tetapi malah membuat hati saya sakit...

tapi setelah membaca ini, semoga bisa sedikit merubah semua harapannya saya, yang ingin serba sempurna ^^