Sunday, December 21, 2008

Mukjizat = 1 Dollar 11 Cent

Tess adalah gadis kecil yang berumur 8 tahun dan cepat dewasa dalam berpikir. Pada satu hari ia mendengar mama dan papanya sedang membicarakan adik laki-lakinya yang bernama Andrew. Yang ia tahu, adiknya itu sakit parah dan mereka telah kehabisan uang. Bulan depan, mereka akan pindah ke komplek apartemen karena papanya tidak memiliki uang untuk membayar dokter dan rumah kontrakan. Hanya operasi yang dapat menyelamatkan Andrew dan sepertinya tidak ada orang yang bisa meminjamkan uang kepada mereka. Tess mendengar papanya berkata kepada mamanya yang berlinang air mata, "Hanya mukjizat yang bisa menyelamatkan Andrew."

Tess pergi ke kamar tidurnya dan menarik sebuah toples dari tempat persembunyiannya di laci. Ia mengeluarkan semua uang recehan ke atas lantai dan menghitungnya dengan sangat hati-hati. Tess bahkan sampai 3 kali menghitungnya. Jumlahnya harus pas dan tidak boleh salah. Dengan hati-hati, ia menuangkan recehan itu kembali ke toplesnya dan menutupnya rapat-rapat. Ia menyelinap dari pintu belakang dan berhasil melewati 6 blok untuk sampai di depan Toko Obat Rexall dengan simbol gambar seorang pemimpin indian merah tergantung di atas pintunya.

Dengan sabar ia menunggu sang apoteker untuk memperhatikannya, tetapi ia sepertinya sangat sibuk. Tess menggerak-gerakkan kakinya untuk membuat suara-suara gaduh. Namun tidak berhasil. Ia bersendawa tetapi tidak berhasil juga. Akhirnya ia mengambil 1/4 isi dari toplesnya dan membantingnya di meja kasir.
Berhasil!

"Mau apa kamu?" tanya sang apoteker dengan nada suara yang jengkel, "aku sedang berbicara dengan saudaraku dari Chicago yang sudah lama sekali tidak kujumpai," ujarnya tanpa menunggu jawaban dari pertanyaannya.
"Hmm, aku ingin bicara padamu tentang adikku, " Tess menjawab dengan nada suara yang tidak kalah jengkelnya.
"Ia benar-benar sakit dan aku ingin membeli mukjizat."
"Apa kau bilang?" tanya sang apoteker.
"Namanya Andrew dan ia mempunyai sesuatu yang buruk di dalam kepalanya dan papa berkata bahwa hanya mukjizat yang bisa menyelamatkannya sekarang. Jadi, berapa harga sebuah mukjizat?"

"Kami tidak menjual mukjizat di sini, gadis kecil. Maafkan aku tetapi aku tidak dapat menolongmu," jawab sang apoteker dengan nada suara yang kini lebih pelan.

"Dengar, aku punya uang untuk membayarnya. Jika tidak cukup, aku akan membayar sisanya. Katakan saja berapa harganya."

Saudara dari sang apoteker itu, ia membungkukkan badannya dan bertanya pada gadis kecil itu, "Mukjizat apa yang adikmu perlukan?"

"Aku tidak tahu," jawab Tess dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya. "Aku hanya tahu bahwa ia benar-benar sakit dan mama bilang, adikku perlu dioperasi. Namun papa tidak punya uang untuk membayar operasi, jadi aku ingin menggunakan uangku ini."

"Berapa jumlah uang yang kau miliki?" tanya pria dari Chicago itu.
"1 dollar 11 cent," jawab Tess hampir tak terdengar, "dan hanya itu uang yang ku punya. Namun aku bisa mendapatkan uang lebih jika aku memerlukannya."
"Hmm, kebetulan sekali," kata pria itu tersenyum. "1 dollar 11 cent adalah harga yang paling tepat untuk mukjizat yang adikmu perlukan." Ia mengambil uang itu dengan tangan yang satu dan dengan tangan yang lain ia meraih dompet si gadis kecil dan berkata, "Bawa aku ke tempat di mana kamu tinggal. Aku ingin melihat adikmu dan menemui orang tuamu. Mari kita lihat apakah aku memiliki mukjizat yang kamu perlukan."

Orang yang berpakaian rapi itu adalah Dr. Carlton Amstrong, seorang dokter bedah spesialis saraf. Operasi berhasil dilaksanakan tanpa biaya apapun dan tidak lama kemudian Andrew sudah bisa kembali ke rumah dan keadaannya semakin membaik. Papa dan mamanya dengan bahagia membicarakan rangkaian peristiwa yang telah membawa mereka hingga sampai ke sini.

"Operasi itu," kata mama Tess berbisik, "benar-benar sebuah mukjizat. Aku bertanya-tanya berapa harganya?"

Tess tersenyum. Ia tahu pasti berapa harga mukjizat itu...

1 dollar 11 cent.
Ditambah dengan iman seorang gadis kecil.



"Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi."
Mazmur 121 : 2


Merry Christmas all~

4 comments:

WhiTeChocz n D'AngeL~ said...

Huee,.. Mengharukan...
Wa t'sentuh ma tu kepolosan si Tess,..
Haa,.. pingin rasanya punya hati yang percaya keQ anak kecil,,.
Tapi susah yah,.?^^'

Btw, Met Natal ya, Clara~

clara said...

@ andhika: yap =)
gw juga sangat amat tersentuh, bahkan mata gw sampe berkaca-kaca pas pertama kali denger cerita ini.. hehe
biar susah, tapi emang itu yg Tuhan cari.. hati seperti seorang anak kecil :)

Merry Christmas too ~

janu_ajah said...

nih kisah nyata ap dongeng???
berulang-ulang gw baca tetep aj nyentuh hati,hahaha...
muzijat tuh murah y,ga sulit dapetnya,asal kita percaya dan punya iman,hahaha...

ok2...
Gbu...

clara said...

@ janu: kalo ga salah sih kisah nyata nih jan.. tapi ora tau juga ya.. hehe :p yang terpenting adalah esensi ceritanya :)

GBU too